Selasa, 19 Juli 2011

(Keutamaan Zikir)

Bismillahirrohmanirrohim




1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah

sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud

taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab,

"Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis

taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)




2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-

nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit

akhlak). (HR. Al-Baihaqi)



3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya

bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir,

pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat

tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai

Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan

kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada

Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan

Ahmad)



4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat).

(HR. Muslim)



5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang

tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan

Muslim)



6. Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan

kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan.

Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur'an dan

zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air

menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)



7. Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan

disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: "Subhanallah

wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala

puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)



8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan

membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya

Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya "Laailaha

illallah". Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan

"Alhamdulillah", jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan

"Astaghfirullah" dan jika ditimpa musibah dia berkata "Inna

lillahi wainna ilaihi roji'uun." (HR. Ad-Dailami)



9. Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi

dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik

dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada

berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka

memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, "Ya." Nabi Saw

berkata,"Zikrullah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)




10. Menang pacuan "Almufarridun". Para sahabat bertanya, "Apa

Almufarridun itu?" Nabi Saw menjawab, "Laki-laki dan wanita-

wanita yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

Penjelasan:

Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu

mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau

diperbuat orang terhadapnya.



11. Seorang sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya

syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu

yang dapat aku menjadikannya pegangan." Nabi Saw berkata,

"Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah

(zikrullah)." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)



12. Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki

yang secukupnya. (HR. Abu Ya'la)

Penjelasan:
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi

kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.




13. Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :

"Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam

semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan,

Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati." (HR. Ad-Dailami)




14. Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apa keuntungan dan

keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis

taklim)?" Nabi Saw menjawab, "Keuntungan dan keberuntungan yang

diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga." (HR.

Ahmad)



15. Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya

dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)




16. Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari

perbendaharaan surga? Aku menjawab, "Ya." Nabi berkata, "La

haula wala Quwwata illa billah." (Tiada daya upaya dan tiada

kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)." (HR. Ibnu Hibban

dan Ahmad)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar